Travel

Wisata Kuliner Lokal Solo yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Share:

Jalan-jalan ke Solo terasa kurang lengkap tanpa menyusuri deretan warung makannya. Wisata kuliner lokal di kota ini menawarkan paduan rasa manis dan gurih yang khas, serta tetap ramah di kantong wisatawan.

Pilihan menunya sangat beragam, mulai dari sarapan segar berkuah bening sampai santapan malam yang mengenyangkan di pinggir jalan. Banyak tempat legendaris bertahan puluhan tahun di lokasi yang sama tanpa mengubah racikan bumbunya.

Rute Sarapan Pagi di Sekitar Pasar Gede

Pagi hari di kawasan Pasar Gede Hardjonagoro adalah waktu terbaik mencicipi sarapan tradisional. Udara belum terlalu terik dan antrean pembeli masih relatif pendek.

Semangkuk timlo hangat pas untuk mengganjal perut. Isinya berupa sosis solo potong, telur pindang, dan suwiran ayam. Kuah kaldunya bening gurih tanpa aroma lemak menyengat. Harganya mulai dari Rp15.000 sampai Rp25.000 per porsi tergantung lauk tambahan. Pencinta rasa manis bisa mendatangi pedagang dawet telasih di lorong tengah pasar. Semangkuk minuman santan berisi biji selasih, bubur sumsum, dan ketan hitam ini dijual sekitar Rp10.000.

Datanglah sebelum pukul sembilan pagi agar terhindar dari antrean panjang rombongan pelancong.

Baca Juga: Wisata Pantai Terbaik di Gunungkidul untuk Liburan Tenang

Pilihan Makan Siang Berkuah Rempah

Matahari siang di Solo menuntut makanan yang segar dan berani rempah. Dua pilihan populer yang mudah dijumpai di penjuru kota adalah selat solo dan soto gading.

Selat memadukan pengaruh hidangan Eropa dengan lidah Jawa Tengah, menyajikan potongan daging sapi empuk, buncis, wortel rebus, kentang goreng, serta saus mustard jawa yang terbuat dari kuning telur dan cuka. Siraman kuah kecapnya encer dan manis legit. Semangkuk selat umumnya dihargai sekitar Rp18.000 hingga Rp30.000 di rumah makan keluarga.

Pencinta soto berkuah bening bisa bergeser ke arah selatan menuju kawasan Gading. Soto ayam kampung dengan taburan seledri dan tauge disajikan bersama mangkuk-mangkuk lauk pauk seperti perkedel kentang, sate telur puyuh, sate uritan, dan tahu bacem. Ambil lauk pendamping secukupnya agar tagihan sarapan tidak membengkak tanpa disadari.

Jajanan Gurih untuk Teman Ngobrol Sore

Sore hari menjelang waktu santai paling nikmat dihabiskan sambil menikmati camilan ringan khas Surakarta.

Serabi Notosuman menjadi incaran utama bagi yang menyukai adonan tepung beras dan santan dengan bagian pinggir renyah gosong tipis. Satu gulung serabi polos atau cokelat biasanya dijual sekitar Rp3.000 sampai Rp4.000, dikemas rapi dalam daun pisang yang harum.

Baca Juga: Cara Hemat Biaya Perjalanan Liburan Tanpa Bikin Kantong Jebol

Pilihan gurih lainnya jatuh pada sosis solo basah atau goreng di kedai jajanan pasar sekitar Gladag. Isian daging ayam suwir berbumbu pala dan bawang putih terasa gurih di setiap gigitan, cocok dinikmati bersama cabai rawit hijau segar.

Berburu Nasi Liwet Gurih pada Malam Hari

Menjelang malam, aroma gurih nasi liwet mulai menyeruak dari warung tenda dan emperan toko di kawasan Keprabon. Tempat ini jadi pusat kuliner malam yang hidup sampai lewat tengah malam.

Nasi liwet dimasak dengan santan gurih, disajikan di atas pincuk daun pisang bersama sayur labu siam pedas, suwiran ayamungkep, telur rebus bacem, dan areh atau gumpalan santan kental yang gurih. Harga seporsi berkisar Rp15.000 sampai Rp35.000, tergantung potongan ayam yang dipilih seperti dada, paha, atau cakar.

Cek total tagihan sebelum membayar di warung tenda lesehan malam hari. Bertanya harga di awal membantu menghindari kekeliruan perhitungan pesanan.

Tips Mengatur Waktu dan Anggaran Makan

Mencicipi banyak makanan dalam satu hari butuh taktik jitu agar perut tidak begah dan dompet tetap aman.

Baca Juga: Tips Membuat Itinerary Perjalanan Supaya Liburan Rapi

  • Pesan satu porsi untuk berdua saat singgah di warung makan siang, sehingga sisa kapasitas perut bisa dipakai mencoba jajanan lain.
  • Siapkan uang tunai pecahan kecil mulai dari dua ribuan sampai dua puluh ribuan, karena pedagang kecil di pasar tradisional jarang menyediakan mesin pembayaran non-tunai.
  • Gunakan aplikasi transportasi daring roda dua untuk berpindah antartitik kuliner di dalam kota agar tidak pusing mencari kantong parkir mobil.

Tanyakan langsung kepada penjual mengenai bahan tambahan makanan kalau punya riwayat alergi tertentu terhadap gluten atau kacang-kacangan. Bila muncul reaksi alergi atau gangguan pencernaan parah setelah menyantap makanan, segera hubungi dokter atau periksa ke klinik terdekat.

Bawa botol air mineral ukuran sedang di dalam tas untuk menetralkan rasa manis berlebih setelah berpindah dari satu warung ke warung berikutnya.

Pertanyaan Seputar Wisata Kuliner Lokal

Berapa perkiraan bujet harian untuk wisata kuliner di Solo?

Bujet sekitar Rp80.000 hingga Rp150.000 per orang sudah sangat cukup untuk mencicipi tiga kali makan berat dan dua jenis jajanan tradisional di warung lokal.

Di mana pusat kuliner malam yang mudah dijangkau di Solo?

Kawasan Keprabon dan sepanjang Jalan Slamet Riyadi adalah titik paling ramai pedagang kaki lima pada malam hari, menawarkan nasi liwet, wedang dongo, dan gudeg ceker.

Apakah kuliner Solo cocok untuk orang yang kurang suka rasa manis?

Ya, banyak pilihan hidangan berkuah gurih asin seperti timlo, soto berkuah bening, sup buntut, dan sosis solo goreng yang tidak menggunakan kecap manis berlebih.

Share: